3 Efek Samping Makan Pepaya Berlebihan: Awas Kulit Berubah Oranye!

3 Efek Samping Makan Pepaya Berlebihan Awas Kulit Berubah Oranye!

BERITA KERABAT – Pepaya selama ini dikenal sebagai “superfood” yang kaya akan vitamin A, C, dan E, serta enzim papain yang sangat baik untuk pencernaan. Namun, pepatah lama yang mengatakan “segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik” berlaku nyata untuk buah tropis ini. Meski menyehatkan, mengonsumsi pepaya dalam jumlah yang tidak wajar dapat memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari perubahan warna kulit hingga gangguan pencernaan yang serius.

Para ahli nutrisi memperingatkan bahwa konsumsi harian yang melampaui batas kewajaran misalnya mengonsumsi satu buah pepaya besar sendirian setiap hari dapat memberikan tekanan tambahan pada sistem metabolisme tubuh. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai tiga efek samping utama makan pepaya berlebihan, terutama kaitannya dengan kesehatan kulit.

Karotenemia: Ketika Kulit Berubah Menjadi Kuning Oranye

Efek samping yang paling mencolok dari konsumsi pepaya berlebihan adalah kondisi medis yang disebut Karotenemia. Pepaya kaya akan beta-karoten, sebuah pigmen organik yang merupakan prekursor vitamin A.

Secara teoritis, beta-karoten sangat baik untuk kecerahan kulit dan kesehatan mata. Namun, jika kadarnya di dalam darah terlalu tinggi (hiperkarotenemia), tubuh tidak dapat memproses semuanya dengan cepat. Akibatnya, kelebihan pigmen ini akan disimpan di lapisan terluar kulit (stratum korneum).

  • Gejala: Telapak tangan dan telapak kaki akan mulai terlihat berwarna kuning atau oranye terang. Dalam beberapa kasus, perubahan warna ini juga terlihat di area hidung dan lipatan wajah.
  • Perbedaan dengan Penyakit Kuning: Berbeda dengan penyakit kuning (jaundice) yang disebabkan oleh masalah liver, karotenemia tidak membuat bagian putih mata (sklera) menjadi kuning.
  • Dampak Psikologis: Meski tidak berbahaya secara permanen, perubahan warna kulit ini seringkali memicu kecemasan dan mengganggu penampilan estetika seseorang.

Risiko Iritasi Kulit Akibat Enzim Papain Berlebih

Pepaya mengandung enzim aktif bernama papain. Dalam industri kecantikan, papain sering digunakan sebagai eksfoliator alami karena kemampuannya memecah protein dan mengangkat sel kulit mati. Namun, jika dikonsumsi atau mengenai kulit dalam jumlah berlebihan, papain dapat berbalik menjadi bumerang.

Bagi individu yang memiliki kulit sensitif, konsumsi pepaya berlebihan dapat memicu reaksi alergi yang bermanifestasi pada kulit. Enzim ini bersifat sangat kuat; pada beberapa orang, papain dapat menyebabkan:

  • Ruam merah (Dermatitis).
  • Rasa gatal yang intens.
  • Kulit menjadi lebih tipis dan sensitif terhadap paparan sinar matahari.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki alergi terhadap lateks memiliki risiko tinggi mengalami “sindrom buah lateks”, di mana tubuh bereaksi negatif terhadap enzim dalam pepaya karena struktur proteinnya yang mirip dengan karet alami.

Gangguan Pencernaan yang Berdampak pada Kulit Kusam

Kesehatan kulit adalah cerminan dari kesehatan usus (gut-skin axis). Pepaya dikenal sebagai pencahar alami karena kandungan seratnya yang tinggi. Namun, jika dikonsumsi berlebihan, serat dan enzim papain ini dapat menyebabkan iritasi pada lapisan lambung dan usus.

Efek sampingnya meliputi diare kronis, kram perut, dan kembung. Ketika seseorang mengalami diare akibat terlalu banyak makan pepaya, tubuh akan kehilangan banyak cairan (dehidrasi) dan elektrolit penting.

  • Efek pada Kulit: Dehidrasi akibat gangguan pencernaan ini akan langsung terlihat pada kulit. Kulit akan tampak kusam, kering, kehilangan elastisitasnya, dan garis-garis halus akan lebih terlihat.
  • Penyerapan Nutrisi Terganggu: Diare yang terus-menerus mencegah penyerapan nutrisi penting lainnya yang dibutuhkan kulit untuk regenerasi, seperti kolagen dan mineral mikro.

Berapa Porsi yang Aman?

Menurut para ahli gizi, porsi ideal mengonsumsi pepaya untuk orang dewasa sehat adalah sekitar 150 hingga 200 gram per hari (setara dengan satu mangkuk kecil potongan buah). Porsi ini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan harian Vitamin C tanpa risiko penumpukan beta-karoten yang berlebihan.

Selain itu, sangat disarankan untuk menghindari konsumsi biji pepaya dalam jumlah banyak karena mengandung carpine, sebuah senyawa alkaloid yang dalam dosis tinggi bisa bersifat toksik dan menyebabkan kelumpuhan saraf jika dikonsumsi terus-menerus dalam jangka panjang.

Pepaya adalah buah yang luar biasa untuk mendukung gaya hidup sehat, namun moderasi adalah kunci utamanya. Jangan sampai keinginan untuk mendapatkan kulit glowing dengan mengonsumsi banyak pepaya justru berakhir dengan kondisi karotenemia atau iritasi kulit. Pastikan untuk mengombinasikan konsumsi buah Anda dengan jenis buah-buahan lain untuk mendapatkan spektrum nutrisi yang seimbang.

Jika Anda menyadari adanya perubahan warna pada telapak tangan atau mengalami gangguan pencernaan setelah makan pepaya, segera kurangi konsumsi dan konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi.