Tragis! Kebakaran di Jakarta Utara Tewaskan Satu Keluarga

Tragis! Kebakaran di Jakarta Utara Tewaskan Satu Keluarga

BERITA KERABAT – Malam Kamis berubah menjadi momen duka yang mendalam bagi warga Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Satu unit rumah yang juga difungsikan sebagai tempat usaha gudang produksi aksesoris ludes dilalap si jago merah, menewaskan lima orang yang merupakan satu keluarga. Peristiwa tragis ini mengundang kesaksian pilu dari warga yang menyaksikan langsung detik-detik kejadian serta upaya penyelamatan yang dilakukan secara spontan oleh tetangga dan warga sekitar.

Detik-detik Kebakaran yang Mencekam

Api pertama kali terlihat sekitar pukul 20.10 WIB pada Kamis malam. Menurut laporan kepolisian, kobaran api dengan cepat membesar dan menyapu seluruh bangunan, membuat kepulan asap hitam tampak dari kejauhan. Warga yang pada saat itu sedang beraktivitas malam segera berkumpul di sekitar lokasi setelah melihat percikan api dan asap tebal.

“Saya lihat awalnya seperti percikan di bagian belakang rumah. Dalam hitungan menit, api langsung membesar dan kami mendengar teriakan minta tolong,” ujar salah seorang saksi mata yang saat itu tengah bekerja menjaga parkiran di dekat lokasi kejadian.

Beberapa warga yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian segera mencoba memadamkan api dengan alat seadanya, namun kobaran api yang begitu cepat membesar membuat upaya awal tersebut sia-sia. Bahkan beberapa tetangga sempat mendengar suara teriakan dari dalam rumah sebelum api menguasai seluruh bangunan.

Kesaksian Warga: Upaya Menyelamatkan Korban

Kesaksian warga menjadi salah satu elemen paling memilukan dari tragedi ini. Salah satu warga yang ikut berusaha menolong mengatakan bahwa mereka sempat mencoba membuka pintu belakang untuk masuk ke dalam rumah yang sudah mulai terbakar.

“Kami dengar suara ‘tolong’ dari dalam. Beberapa dari kami mencoba mencongkel teralis dan pintu belakang dengan linggis, berharap bisa masuk,” ungkapnya.

Namun, api yang semakin membesar dan suhu panas yang ekstrem membuat mereka harus mundur demi keselamatan.

Saksi lainnya, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan suasana saat itu sangat kacau dan penuh kepanikan.

“Orang-orang menangis, beberapa ibu warga sempat pingsan melihat keadaan api yang begitu besar. Kami hanya bisa berdoa semoga mereka bisa keluar,” katanya sambil menahan isak.

Korban Tewas: Identitas dan Kisah Keluarga

Setelah api berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran sekitar beberapa jam kemudian, tim SAR dan polisi melakukan pemeriksaan lokasi dan menemukan lima jenazah di dalam bangunan yang terbakar. Kelima korban ini dipastikan merupakan anggota satu keluarga yang tinggal di rumah tersebut.

Menurut data yang dirilis media, korban yang ditemukan tewas adalah:

  • Bunhui (56) perempuan
    Tiong A Moi (70) laki-laki
  • Nico (29) laki-laki
  • Gisel (7) perempuan
  • Natália (24) perempuan
    Kelima korban mengalami luka bakar berat dan ditemukan di dalam ruangan yang telah luluh terbakar.

Sumber lain melaporkan bahwa korban terakhir kali terlihat berada di rumah pada malam kejadian, dan mereka kemungkinan terjebak saat api mulai menguasai bangunan secara tiba-tiba. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Reaksi Kepolisian dan Proses Investigasi

Polsek Metro Penjaringan langsung menutup akses lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mencari penyebab kebakaran. Polisi juga telah meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk warga yang berada di sekitar lokasi saat kejadian.

Kapolsek Metro Penjaringan, AKBP Agus Ady Wijaya, menyatakan bahwa proses penyelidikan akan terus berlanjut, termasuk menunggu hasil autopsi dari lima korban untuk memastikan penyebab kematian masing-masing.

“Kami telah memeriksa sejumlah saksi dan barang bukti di lokasi. Untuk penyebab utama kebakaran, kami masih menunggu hasil laboratorium forensik,” kata Agus kepada wartawan.

Duka dari Masyarakat dan Korban

Tragedi ini juga menyentuh banyak warga di luar lingkungan langsung kejadian. Sejumlah tetangga yang sempat membantu dan menyaksikan proses pemadaman ikut merasa terpukul atas hilangnya satu keluarga sekaligus.

“Kami baru sadar pagi ini setelah api padam total. Rasanya sulit percaya bahwa mereka telah tiada,” ujar seorang warga lainnya sambil meneteskan air mata.

Kepala lingkungan setempat juga menyatakan akan melakukan koordinasi dengan aparat dan dinas sosial untuk memberikan bantuan kepada warga sekitar yang mengalami dampak psikologis akibat kejadian ini.