Cegah Kecelakaan, Sopir Bus Terminal Tanjung Priok Dites Urine Jelang Tahun Baru

Cegah Kecelakaan, Sopir Bus Terminal Tanjung Priok Dites Urine Jelang Tahun Baru

BERITA KERABAT – Menjelang puncak arus mudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), otoritas di Terminal Bus Tanjung Priok, Jakarta Utara, meningkatkan langkah-langkah keselamatan transportasi dengan mewajibkan sopir bus antarkota dan antarkota antarprovinsi (AKAP) menjalani tes urine dan pemeriksaan kesehatan komprehensif sebelum keberangkatan. Kegiatan yang dimulai sejak Selasa (23/12/2025) tersebut melibatkan aparat kepolisian, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Utara, dan tim medis Polres Metro Jakarta Utara, serta pejabat Forkopimko setempat.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Erick Frendriz, menyatakan bahwa pemeriksaan urine narkoba dilakukan untuk memastikan para sopir tidak mengemudi dalam kondisi terpengaruh zat terlarang. Sementara itu, pemeriksaan kesehatan seperti tekanan darah, kadar gula darah, serta cek kondisi fisik sopir juga dilakukan untuk menjamin kesiapan fisik awak bus dalam menjalankan tugasnya membawa penumpang ke berbagai daerah, termasuk tujuan di Jawa dan Bali.

“Kami melakukan pemeriksaan urine dan kesehatan terhadap sopir dan kru bus sejak pagi hari. Hingga saat ini belum ditemukan urine sopir yang menunjukkan adanya penggunaan narkoba, dan juga belum ditemukan gangguan kesehatan yang dapat menghambat kemampuan mereka berkendara,” ungkap Kombes Erick kepada wartawan di lokasi kegiatan.

Menurut laporan, sebanyak 32 sopir dan kondektur bus AKAP telah menjalani pemeriksaan, yang mencakup cek tensi, gula darah, serta tes urine narkoba menggunakan rapid test. Para sopir yang diperiksa berasal dari berbagai perusahaan otobus yang akan mengangkut ribuan penumpang selama musim libur panjang ini. Salah satu sopir yang diperiksa, Samsul Bahrudin dari PO Sinar Jaya, menyatakan rasa syukurnya karena hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi tubuhnya dalam keadaan prima dan negatif dari narkoba.

Kegiatan tes urine dan cek kesehatan ini merupakan bagian dari strategi keselamatan yang lebih luas dalam penanganan arus Nataru, yang dikenal sebagai periode mobilitas tinggi masyarakat Indonesia menjelang dan sesudah Natal serta Tahun Baru. Terminal Tanjung Priok sendiri diperkirakan akan mengalami lonjakan jumlah pemudik, dengan puncak arus mudik yang diprediksi terjadi pada tanggal 24 Desember 2025, sehari sebelum perayaan Natal.

Peningkatan Pemeriksaan Keselamatan Transportasi

Pemeriksaan urine sopir dan pengecekan kesehatan merupakan tindakan preventif yang didorong oleh pengalaman masa lalu di mana kelalaian sopir baik karena kelelahan, gangguan kesehatan, atau pengaruh narkoba seringkali menjadi faktor penyebab kecelakaan lalu lintas yang fatal. Karena itu, pihak kepolisian bekerja sama dengan instansi kesehatan menciptakan posko kesehatan di terminal yang berfungsi sepanjang musim Nataru untuk memastikan setiap sopir dalam kondisi terbaik sebelum berangkat.

Selain pemeriksaan terhadap sopir, berbagai terminal di kota-kota besar juga melaksanakan upaya serupa menjelang libur panjang ini. Misalnya, Terminal Terpadu Pulogebang di Jakarta Timur melakukan tes urine dan pemeriksaan kesehatan untuk pengemudi bus secara berkala sejak awal periode Nataru guna meminimalkan risiko kecelakaan serta menjamin kenyamanan penumpang.

Sinergi Aparat dan Badan Terkait

Tes urine di Terminal Tanjung Priok tidak hanya diadakan oleh polisi, tetapi juga melibatkan BNNK Jakarta Utara yang bertugas memastikan sopir bebas dari penyalahgunaan narkotika. Kepala BNNK setempat menegaskan pentingnya langkah ini karena penyalahgunaan narkotika tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga sangat berbahaya bagi keselamatan lalu lintas. Pemeriksaan semacam ini akan dilaksanakan secara setiap hari selama musim angkutan Natal dan Tahun Baru, sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga keselamatan masyarakat.

Kombes Erick juga menekankan bahwa jika ditemukan sopir yang tidak layak mengemudi baik karena kesehatan terganggu atau positif narkoba pihaknya akan segera menyampaikan rekomendasi kepada perusahaan otobus agar sopir diganti sebelum bus berangkat. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah risiko keselamatan yang bisa mengancam penumpang.

Persiapan Terminal Menyambut Arus Nataru

Terminal Tanjung Priok sudah menyiapkan fasilitas pendukung lain di tengah lonjakan pemudik, seperti ruang tunggu yang nyaman, fasilitas kesehatan tambahan, serta pos pengamanan gabungan yang beroperasi 24 jam. Seluruh upaya ini merupakan bagian dari Operasi Lilin Nataru, sebuah operasi gabungan aparat keamanan dan instansi terkait untuk mengamankan arus mudik dan balik selama lintas perayaan Natal dan Tahun Baru.

Terminal juga memperketat pemeriksaan keamanan terhadap armada bus, termasuk uji kelayakan kendaraan (ramp check). Dari laporan terbaru, sejumlah bus tidak lulus uji karena masalah teknis seperti ban gundul, lampu rem tidak berfungsi, atau perlengkapan darurat yang tidak memadai yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan jika tetap digunakan. Pemeriksaan bus dan sopir secara menyeluruh ini memperkuat sinergi antara keselamatan teknis kendaraan dan kesiapan fisik pengemudi.

Harapan untuk Libur Nataru yang Aman dan Nyaman

Dengan langkah pemeriksaan urine dan kesehatan yang intensif, pihak berwenang berharap arus lalu lintas bus di Terminal Tanjung Priok akan tetap berjalan lancar dan aman. Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya menyeluruh untuk menjamin bahwa masyarakat dapat menikmati libur Natal dan Tahun Baru tanpa khawatir terhadap risiko keselamatan transportasi.