BERITA KERABAT – Aktivitas berjalan kaki sering dipandang sebagai aktivitas fisik sederhana yang dilakukan tanpa pakaian olahraga maupun target tertentu. Namun, para dokter dan ahli kesehatan kini menegaskan bahwa jalan kaki bukan sekadar olahraga ringan, melainkan bagian penting dari gaya hidup sehat yang harus diadopsi seluruh lapisan masyarakat. Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya kesadaran global bahwa gaya hidup sedentari (tidak banyak bergerak) adalah salah satu faktor utama risiko penyakit kronis.
Menurut para pakar kesehatan, kita seringkali meremehkan manfaat besar dari berjalan kaki karena merasa tidak sebanding dengan latihan di gym atau olahraga berat lainnya. Padahal, sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa jalan kaki memiliki dampak signifikan untuk kesehatan jantung, metabolisme, kesehatan mental, hingga umur panjang semua itu tanpa perlu alat mahal ataupun membership khusus.
Manfaat Jalan Kaki bagi Kesehatan Fisik
Dr. Brett Bentley, seorang dokter spesialis kedokteran olahraga dari University Medical Center, menjelaskan bahwa aktivitas berjalan kaki secara rutin bisa meningkatkan kesehatan fisik secara menyeluruh.
“Jalan kaki bisa membantu mengontrol berat badan, menurunkan tekanan darah, meningkatkan kualitas tidur, serta memperbaiki profil kolesterol,” ujar Dr. Bentley dalam presentasi yang baru‑baru ini disampaikan kepada publik.
Lebih lanjut, penelitian menunjukkan bahwa berjalan 150 menit per minggu setara dengan sekitar 30 menit per hari dapat signifikan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, serta beberapa jenis kanker. Bahkan, studi epidemiologi besar mengungkap bahwa seseorang yang berhasil mencapai sekitar 7.000 langkah per hari dapat secara signifikan menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, serta kesehatan mental yang buruk dibandingkan mereka yang hampir tidak berjalan sama sekali.
Pakarnya juga menjelaskan bahwa jalan kaki berdampak positif terhadap tulang dan otot karena merupakan aktivitas beban yang ringan tetapi konsisten membantu mengurangi risiko osteoporosis dan menjaga kekuatan otot seiring bertambahnya usia.
Lebih Dari Sekedar Fisik Manfaat Emosional dan Mental
Selain manfaat fisik, efek psikologis dari berjalan kaki juga tidak kalah besar. Riset menunjukkan bahwa berjalan kaki mampu menstimulasi pelepasan neurotransmitter seperti serotonin, dopamine, dan endorfin yang membantu mengurangi stres, kecemasan, serta gejala depresi. Dampak ini semakin kuat bila dilakukan di ruang terbuka dengan paparan sinar matahari dan pemandangan hijau.
Sebuah studi neurologi menemukan bahwa berjalan rutin dapat meningkatkan fungsi kognitif, kreativitas, dan bahkan menunda penurunan kognitif terkait usia. Aliran darah ke otak meningkat, membantu pertumbuhan neuron baru dan menjaga fungsi memori serta fokus.
Dokter: Gaya Hidup, Bukan Kebiasaan Sesaat
Dr. Shailesh Singh, seorang ahli jantung yang banyak dikutip di media kesehatan internasional, menekankan bahwa jalan kaki harus dilihat sebagai komponen gaya hidup, bukan hanya sesi olahraga terpisah.
“Jika Anda mengganti 30 menit scroll media sosial dengan 30 menit berjalan kaki, keuntungan bagi kesehatan jantung Anda bisa jauh lebih besar daripada sekedar menghabiskan waktu di gym sekali seminggu,” pungkasnya.
Pernyataan ini menunjukkan pergeseran paradigma dalam dunia kesehatan:
- Olahraga tidak harus intens dan panjang untuk memiliki efek positif.
- Aktivitas sehari‑hari seperti berjalan bahkan saat berbelanja atau ke kantor bisa menjadi bentuk olahraga yang efektif.
- Menjadikan berjalan kaki sebagai rutinitas harian meningkatkan peluang kita untuk hidup lebih sehat jangka panjang.
Ahli kesehatan juga menyarankan agar masyarakat mencintai proses berjalan misalnya berjalan bersama keluarga, teman, atau hewan peliharaan sehingga kebiasaan ini menjadi bagian alami dari gaya hidup sehari‑hari, bukan kewajiban yang membosankan.
Pendekatan Praktis untuk Memasukkan Jalan Kaki dalam Rutinitas
Dokter umumnya menyerukan beberapa strategi sederhana agar lebih banyak orang dapat mengintegrasikan aktivitas ini ke dalam kehidupan mereka:
- Tentukan target langkah harian realistis.
Mulai dari 4.000–7.000 langkah, kemudian naikkan progresif. - Gunakan alat bantu seperti pedometer atau jam tangan pintar untuk memotivasi dan melacak progres.
- Jadikan jalan kaki bagian dari rutinitas rumah tangga, seperti parkir lebih jauh, naik tangga, atau berjalan saat panggilan telepon.
- Carilah lingkungan yang mendukung, seperti taman, trotoar yang aman, dan rute pejalan kaki yang nyaman.
- Gabungkan aspek sosial, berjalan bersama teman atau keluarga untuk memberi aspek kebersamaan dan motivasi.
