BERITA KERABAT – Presiden Prabowo Subianto menjalani serangkaian kunjungan pada momen Hari Natal 2025. Selain mampir ke rumah dinas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Presiden juga menyempatkan diri untuk bersilaturahmi ke kediaman Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), di kawasan Jakarta Selatan. Pertemuan itu menjadi sorotan publik karena berlangsung pada hari libur nasional dan melibatkan pembahasan isu strategis penting yang berpengaruh terhadap kebijakan pemerintah.
Silaturahmi Natal Presiden Prabowo ke berbagai tokoh negara mencerminkan upaya merajut kebersamaan nasional di tengah tantangan sosial-ekonomi dan situasi pascabencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah Tanah Air. Ia menyampaikan pesan persatuan, dukungan terhadap pembangunan, serta koordinasi kebijakan lintas pemerintahan pada kunjungan yang dilakukan bersama keluarganya, termasuk putranya Didit Hediprasetyo.
Kunjungan Santai dan Berisi ke Luhut
Kunjungan Presiden Prabowo ke kediaman Luhut Binsar Pandjaitan berlangsung hangat dan penuh diskusi. Sore hari di Jakarta, Prabowo datang bersama putranya, hadir untuk menyampaikan ucapan Natal sekaligus berbincang santai selama hampir 45 menit. Percakapan itu tak sekadar formalitas, namun mencakup sejumlah isu strategis yang menjadi fokus pemerintahan saat ini.
Ketua DEN Luhut menyambut Prabowo dengan hangat dan mengunggah dokumentasi pertemuan melalui akun media sosialnya. Ia mengungkapkan bahwa pembicaraan banyak menyentuh berbagai topik penting, termasuk kebijakan ekonomi, kerjasama internasional, serta rencana program-program pemerintah.
Pembahasan Negosiasi Tarif dengan Amerika Serikat
Salah satu pembahasan utama dalam pertemuan tersebut adalah perkembangan negosiasi tarif perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat. Luhut menyebutkan bahwa Prabowo tampak gembira mendengar kabar bahwa negosiasi tarif tersebut akan segera rampung, sebuah kabar penting yang dapat berdampak pada sektor ekspor-impor nasional. Presiden pun menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan negara mitra strategis, demi stabilitas ekonomi dan pertumbuhan investasi.
Pemerintah Indonesia selama ini terus berupaya memperluas akses pasar dan memperkuat posisi tawar dalam hubungan dagang global. Dalam konteks itu, diskusi mengenai tarif dengan AS menjadi perhatian khusus karena potensi dampaknya terhadap ekspor komoditas unggulan Indonesia. Selain itu, pertemuan ini juga memperlihatkan komunikasi intensif antara eksekutif dan Koordinator Bidang Ekonomi dalam menghadapi dinamika perdagangan dunia.
Peluncuran GovTech dan Modernisasi Layanan Publik
Selain isu perdagangan, Luhut juga melaporkan kepada Presiden Prabowo mengenai persiapan peluncuran GovTech untuk Bansos Digital yang dijadwalkan pada Oktober 2026. Program ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam penyaluran bantuan sosial melalui teknologi digital. Rencananya, peluncuran ini akan dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo bersama Presiden Bank Dunia, menunjukkan komitmen pemerintah dalam inovasi pelayanan publik.
GovTech menjadi bagian penting dari strategi pemerintah untuk memanfaatkan teknologi dalam memperbaiki tata kelola negara, khususnya dalam pengelolaan data dan bantuan sosial yang selama ini menjadi tantangan dalam berbagai krisis bencana maupun ketimpangan sosial.
Kemandirian Pangan dan Riset Industri Benih
Topik lain yang dibahas adalah pengembangan industrI benih (seed industry) sebagai elemen penting bagi ketahanan pangan nasional. Luhut memberi tahu Presiden Prabowo bahwa riset di Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) menunjukkan progres positif, serta mendapat atensi khusus dari Prabowo. Menurut Luhut, Presiden menekankan bahwa kemandirian benih merupakan kunci masa depan industri pangan Indonesia yang berkelanjutan.
Kemandirian pangan bukan hanya soal produksi, tetapi juga tentang kemampuan menciptakan teknologi dan inovasi lokal yang mampu bersaing secara global. Fokus ini sejalan dengan visi pemerintah untuk memperkuat sektor pertanian melalui inovasi ilmiah dan kolaborasi lintas sektor.
Apresiasi TNI dan Pesan Kebersamaan
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada TNI atas gerak cepatnya dalam penanganan bencana di wilayah Sumatera. Ia menyoroti pembangunan lebih dari 150 jembatan Bailey di berbagai titik untuk mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana, menunjukkan sinergi antara pemerintah pusat dan militer dalam merespons situasi darurat.
Menutup diskusinya dengan Luhut, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga kekompakan dan persatuan, terutama di saat bangsa menghadapi tantangan besar. Pesan ini sejalan dengan momen Natal sebagai hari penuh makna kebersamaan bagi umat Kristiani dan sebagai pengingat pentingnya solidaritas nasional.
Refleksi Natal dan Komitmen Pemerintah
Kunjungan Presiden Prabowo ke tokoh-tokoh negara seperti Kapolri dan Luhut di Hari Natal 2025 bukan sekadar ritual kekeluargaan, tetapi juga momentum memperkuat komunikasi kebijakan pemerintah dan menegaskan komitmen persatuan nasional. Langkah ini mencerminkan pendekatan inklusif pemerintah dalam menangani isu-isu strategis di berbagai sektor, serta perannya dalam menjaga keharmonisan sosial di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Melalui rangkaian kunjungan tersebut, publik melihat upaya pemerintah untuk merangkul seluruh komponen bangsa demi mencapai cita-cita nasional yang lebih baik, serta menunjukkan bahwa momentum hari raya bisa menjadi sarana mempererat hubungan antar-pemimpin negara dan memperkuat semangat kebangsaan.
