Prabowo Instruksikan Pemerintah Fokus Tangani Bencana Sumatra, Tanpa Libur

Prabowo Instruksikan Pemerintah Fokus Tangani Bencana Sumatra, Tanpa Libur

BERITA KERABAT – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengeluarkan instruksi kepada seluruh jajaran pemerintah untuk tidak mengambil libur panjang dan tetap fokus dalam upaya penanggulangan bencana alam yang terjadi di sejumlah daerah di Pulau Sumatra. Instruksi ini disampaikan oleh Prabowo setelah melihat dampak serius dari bencana alam yang melanda beberapa wilayah di Sumatra, yang menimbulkan kerusakan besar dan mempengaruhi kehidupan banyak masyarakat.

Pada konferensi pers yang digelar di Jakarta hari ini, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah harus tetap bekerja keras dalam menghadapi tantangan yang disebabkan oleh bencana alam, meskipun saat ini Indonesia tengah berada dalam suasana libur Natal dan Tahun Baru.

“Kita tidak boleh lengah. Saat-saat seperti ini justru menguji komitmen kita dalam melayani rakyat. Saya minta seluruh pemerintah pusat dan daerah untuk tetap fokus dan siaga, serta memberikan perhatian penuh pada penanganan bencana ini,” ujar Prabowo.

Bencana yang dimaksud meliputi banjir bandang, tanah longsor, dan angin puting beliung yang melanda sejumlah provinsi di Sumatra dalam beberapa hari terakhir. Provinsi yang paling terdampak adalah Sumatra Barat, Riau, dan Lampung, di mana ribuan rumah rusak dan banyak warga yang harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Di beberapa daerah, bencana alam juga merusak infrastruktur penting seperti jalan raya, jembatan, dan fasilitas publik lainnya.

Prabowo mengatakan bahwa instruksi ini diberikan untuk memastikan respons cepat dan tepat dari pemerintah dalam menghadapi situasi darurat. Ia menekankan bahwa tidak ada waktu untuk beristirahat dalam situasi seperti ini, dan alih-alih memikirkan liburan, fokus utama adalah memastikan korban bencana mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan segera.

Selain itu, Prabowo juga menambahkan bahwa pemerintah akan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada, baik dari pihak militer, kepolisian, serta lembaga kemanusiaan dan relawan. Dia memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk bekerja sama dengan kementerian terkait, seperti Kementerian Sosial dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, untuk memobilisasi bantuan logistik dan tenaga medis ke daerah-daerah yang terdampak.

Pemerintah juga akan memberikan perhatian lebih pada upaya rehabilitasi dan rekonstruksi setelah bencana, dengan memastikan infrastruktur yang rusak dapat segera diperbaiki dan masyarakat yang terdampak dapat kembali beraktivitas secara normal.

“Ini adalah saat-saat kita untuk menunjukkan solidaritas nasional. Tidak ada yang lebih penting sekarang selain keselamatan dan pemulihan masyarakat yang terkena dampak bencana,” tambah Prabowo.

Sejumlah daerah yang terkena bencana sudah mulai menerima bantuan dari berbagai instansi dan relawan. Tim gabungan yang terdiri dari petugas gabungan dari TNI, Polri, serta relawan lokal telah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan evakuasi, memberikan bantuan logistik, serta memastikan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan tempat penampungan tersedia bagi korban bencana.

Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan bahwa situasi di wilayahnya semakin memburuk karena curah hujan yang terus tinggi, yang memicu banjir dan longsor di beberapa titik. Ia mengungkapkan, pihaknya telah bekerja keras untuk mengevakuasi warga, namun tantangan berat masih ada, mengingat medan yang sulit dan cuaca yang buruk.

Kami berterima kasih atas perhatian dari pemerintah pusat yang telah mengirimkan bantuan. Kami harap situasi ini segera membaik dan masyarakat bisa kembali ke rumah mereka,” ujar Mahyeldi.

Pihak BNPB juga telah mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat di daerah-daerah rawan bencana, mengingat potensi bencana alam masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, mengimbau warga untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi dari pemerintah daerah setempat.

“Kami akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan penanganan bencana berjalan dengan baik,” katanya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kesempatan terpisah juga mengungkapkan keprihatinannya atas bencana yang melanda Sumatra. Ia menginstruksikan agar kementerian dan lembaga yang terkait segera mengerahkan seluruh upaya untuk membantu daerah yang terdampak.

“Saya meminta seluruh jajaran pemerintah untuk segera turun ke lapangan dan memberikan bantuan secepat mungkin kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Dalam menghadapi bencana ini, pemerintah juga berharap agar masyarakat dapat bekerja sama dengan aparat dan relawan dalam upaya evakuasi dan penyaluran bantuan. Masyarakat juga diminta untuk tetap tenang dan menghindari daerah-daerah rawan bencana yang masih terendam banjir atau terancam longsor.

Bencana yang melanda Sumatra ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam di seluruh wilayah Indonesia. Meskipun upaya mitigasi bencana telah dilakukan, namun kondisi alam yang tidak dapat diprediksi tetap memerlukan kewaspadaan dan kerja sama dari semua pihak untuk mengurangi risiko kerusakan dan korban jiwa.

Sebagai penutup, Prabowo menekankan bahwa meskipun suasana libur tengah berlangsung, solidaritas dan komitmen pemerintah harus selalu utama dalam menghadapi situasi darurat seperti ini.

“Tidak ada libur untuk pengabdian pada bangsa. Kita akan terus berjuang bersama-sama untuk mengatasi bencana ini dan memastikan bahwa masyarakat yang terdampak mendapatkan perhatian maksimal,” katanya dengan tegas.