Mengapa Padel Viral? 6 Alasan Olahraga Ini Jadi Tren Global 2026

Mengapa Padel Viral 6 Alasan Olahraga Ini Jadi Tren Global 2026

BERITA KERABAT – Berawal dari lapangan di rumah pribadi di Meksiko, kini padel telah bertransformasi menjadi fenomena global yang mengguncang dunia olahraga, termasuk di Indonesia. Di tahun 2026 ini, popularitas padel tidak lagi sekadar tren musiman atau “fomo”, melainkan telah menjadi gaya hidup baru bagi masyarakat urban.

Data terbaru dari Garmin Connect Data Report menunjukkan lonjakan aktivitas padel di Indonesia mencapai angka fantastis sebesar 1.684 persen sepanjang tahun 2025, menjadikannya olahraga dengan pertumbuhan tercepat, jauh melampaui tenis dan lari. Lantas, apa yang membuat olahraga ini begitu istimewa hingga banyak orang rela mengantre untuk menyewa lapangan?

Berikut adalah ulasan mendalam mengenai fenomena padel dan 6 daya tarik utama yang membuatnya begitu adiktif.

Apa Itu Padel?

Padel adalah olahraga raket yang sering digambarkan sebagai perpaduan antara tenis dan squash. Dimainkan di lapangan berukuran $10 \times 20$ meter (lebih kecil dari lapangan tenis), keunikan utamanya terletak pada dinding kaca yang mengelilingi lapangan. Dinding ini bukan sekadar pembatas, melainkan bagian dari permainan; bola yang memantul dari kaca masih dianggap “hidup” dan boleh dipukul kembali.

6 Daya Tarik yang Membuat Padel Begitu Populer

1. Kurva Belajar yang Sangat Ramah Pemula

Berbeda dengan tenis yang membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menguasai teknik dasar seperti swing dan service overhead, padel sangat mudah dipelajari. Raketnya yang solid tanpa senar memberikan kontrol lebih besar. Servis dilakukan di bawah pinggang (underhand), sehingga memudahkan siapa pun untuk memulai permainan tanpa rasa frustrasi.

2. Olahraga Sosial yang Inklusif

Padel hampir selalu dimainkan secara ganda (2 vs 2). Ukuran lapangan yang kecil memungkinkan para pemain untuk tetap bisa mengobrol dan bercanda di sela-sela permainan. Hal inilah yang membuat padel dijuluki sebagai social sport. Banyak klub padel di Jakarta dan Bali kini juga berfungsi sebagai tempat nongkrong, lengkap dengan kafe yang estetik.

3. Sensasi Adrenalin dari Pantulan Dinding

Penggunaan dinding kaca memberikan dimensi strategi yang unik. Pemain tidak perlu memiliki kekuatan fisik sebesar atlet tenis untuk memenangkan poin. Sebaliknya, refleks cepat dan kemampuan memanfaatkan pantulan bola dari dinding kaca sering kali menjadi kunci kemenangan. Dinamika ini memberikan sensasi kepuasan tersendiri saat berhasil mengembalikan bola yang sulit.

4. Risiko Cedera yang Lebih Rendah

Karena lapangan yang lebih kecil dan teknik pukulan yang tidak terlalu menuntut beban pada bahu (tidak ada servis keras dari atas kepala), padel dianggap lebih aman bagi sendi. Olahraga ini dapat dimainkan oleh berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lansia, menjadikannya pilihan favorit untuk aktivitas keluarga.

5. Manfaat Kesehatan yang Signifikan

Meski terlihat santai, padel adalah latihan kardio yang sangat efektif. Gerakan lateral yang cepat, melompat, dan memukul bola secara terus-menerus mampu membakar kalori dalam jumlah besar rata-rata 600 hingga 1.000 kalori per sesi. Selain fisik, padel juga terbukti membantu kesehatan mental dengan melepaskan hormon endorfin yang meredakan stres.

6. Estetika dan Gaya Hidup Modern

Di era media sosial, visual adalah segalanya. Lapangan padel dengan dinding kaca yang jernih dan desain modern memberikan daya tarik visual yang tinggi untuk konten digital. Banyak selebritas dunia seperti David Beckham hingga atlet lokal yang membagikan momen bermain padel, sehingga memperkuat citra olahraga ini sebagai simbol gaya hidup aktif yang modern dan stylish.

Perkembangan di Indonesia: Menuju 2026

Di Indonesia, perkembangan padel berpusat di Jakarta dan Bali. Hingga awal 2026, diperkirakan akan ada lebih dari 45 lapangan baru yang dibuka di area Jabodetabek. Pertumbuhan ini didorong oleh ekspansi klub-klub besar seperti La Padel, Padel Pro, dan dukungan dari tokoh-tokoh olahraga nasional.

Pemerintah melalui Kemenpora bahkan telah melirik padel sebagai cabang olahraga potensial untuk dibawa ke kancah internasional, termasuk target jangka panjang menuju Olimpiade. Dengan komunitas yang semakin solid dan fasilitas yang kian menjamur, padel diprediksi akan terus mendominasi peta olahraga rekreasi di tanah air.