Wapres Gibran Kunker ke Papua: Disambut Tarian Adat dan Noken di Biak

Wapres Gibran Kunker ke Papua Disambut Tarian Adat dan Noken di Biak

BERITA KERABAT – Suasana di Bandara Frans Kaisiepo, Kabupaten Biak Numfor, mendadak riuh rendah dengan alunan musik tradisional khas Papua pada Selasa (13/1/2026). Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, resmi memulai rangkaian kunjungan kerjanya di wilayah timur Indonesia. Kedatangan orang nomor dua di Indonesia ini disambut dengan upacara adat yang kental akan nuansa budaya setempat, menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun Papua dengan pendekatan kearifan lokal.

Sambutan Hangat di Pintu Masuk Pasifik

Pesawat kepresidenan yang membawa Wapres Gibran beserta rombongan mendarat sekitar pukul 12.35 WIT. Begitu pintu pesawat terbuka, hembusan angin pesisir Biak menyambut kedatangannya. Mengenakan kemeja berwarna cokelat yang santai namun formal, Gibran tampak didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, dan Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Velix Wanggai.

Sesuai tradisi penyambutan tamu kehormatan di Tanah Papua, Gibran disambut oleh tarian tradisional yang dibawakan oleh putra-putri daerah dengan penuh semangat. Gerakan dinamis para penari yang diiringi tabuhan tifa menjadi simbol keterbukaan dan rasa hormat masyarakat Biak terhadap pemimpin negara.

Momen ikonik terjadi saat tokoh adat setempat menyampirkan sebuah Noken tas tradisional Papua yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda ke bahu sang Wakil Presiden. Penggunaan noken ini bukan sekadar aksesoris, melainkan simbol bahwa Gibran telah diterima sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Papua.

Meninjau Sekolah Rakyat dan Program Makan Bergizi Gratis

Setelah prosesi penyambutan, Gibran tidak membuang waktu. Agenda pertamanya adalah meninjau Sekolah Rakyat (SR) 41 yang terletak di Distrik Biak Timur. Sekolah ini merupakan salah satu proyek percontohan pemerintah pusat yang mengedepankan pendidikan gratis berasrama bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.

Gibran terlihat berkeliling meninjau fasilitas asrama, ruang kelas yang dilengkapi laptop, hingga kantin sekolah. Di sana, ia menyaksikan langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program unggulan pemerintahan saat ini.

“Pendidikan adalah kunci utama untuk membawa Papua melompat lebih jauh. Kita pastikan gizi anak-anak tercukupi agar mereka siap menyongsong masa depan,” ujar Gibran di sela-sela interaksinya dengan para siswa.

Kedekatan di Pasar Ikan Fandoi

Rombongan kemudian bergerak menuju Pasar Ikan Fandoi. Kehadiran Gibran di pasar tradisional ini mengundang antusiasme luar biasa dari warga dan pedagang. Ribuan orang berdesakan hanya untuk sekadar bersalaman atau berswafoto dengan putra sulung Presiden ke-7 RI tersebut.

Di pasar ini, Gibran berdialog langsung dengan para pedagang ikan dan “Mama-Mama Papua”. Ia sempat memborong beberapa kilogram ikan baronang dan ikan panjang sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi lokal. Salah satu pedagang, Gustaf Apiem, mengaku terharu karena sejak ia berjualan tahun 1970, baru kali ini ada Wakil Presiden yang menginjakkan kaki langsung di pasar tersebut.

Selain berbelanja, Wapres juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada para pedagang. Kehadiran negara di tengah pasar tradisional ini menjadi sinyal kuat bahwa percepatan pembangunan ekonomi di Papua harus dimulai dari akar rumput.

Strategi Percepatan Pembangunan Papua 2026

Kunjungan ini merupakan implementasi dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan bahwa pembangunan Indonesia tidak boleh lagi bersifat “Jawa-sentris”. Papua, dengan kekayaan sumber daya alam dan letak strategisnya, menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan nasional tahun 2026.

Beberapa poin penting yang menjadi fokus kunjungan Gibran kali ini antara lain:

  1. Penguatan SDM: Melalui Sekolah Rakyat dan jaminan kesehatan di pelosok.
  2. Kedaulatan Pangan: Memastikan distribusi pangan dan dukungan bagi nelayan serta petani lokal.
  3. Infrastruktur Dasar: Meninjau konektivitas antarwilayah di Papua Pegunungan yang menjadi destinasi selanjutnya.

Melanjutkan Perjalanan ke Wamena

Setelah menuntaskan agenda di Biak Numfor, sekitar pukul 13.14 WIT, Gibran beserta rombongan bertolak menuju Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Di sana, Wapres dijadwalkan akan bertemu dengan tokoh lintas agama dan melihat langsung progres pembangunan kantor gubernur serta infrastruktur di wilayah pegunungan tengah yang dikenal memiliki tantangan geografis cukup berat.

Kunjungan kerja yang direncanakan berlangsung selama beberapa hari ini diharapkan bukan sekadar seremonial, melainkan langkah konkret dalam menjawab tantangan otonomi khusus dan memastikan masyarakat Papua merasakan manfaat nyata dari kebijakan pemerintah pusat.