BERITA KERABAT – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi mengumumkan penambahan signifikan pada alokasi dana riset perguruan tinggi nasional. Dalam pertemuan strategis yang berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (15/1/2026), Presiden memutuskan untuk meningkatkan anggaran riset dari semula Rp 8 triliun menjadi Rp 12 triliun.
Kebijakan ini diambil setelah Presiden mengumpulkan sekitar 1.200 rektor, guru besar, dan pimpinan pimpinan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia. Langkah ini dinilai sebagai upaya konkret pemerintah untuk menjadikan ilmu pengetahuan sebagai mesin utama dalam mencapai swasembada pangan, energi, dan keberhasilan hilirisasi industri.
Prioritas Riset: Pangan, Energi, dan Hilirisasi
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa penambahan anggaran sebesar Rp 4 triliun ini bukan sekadar angka, melainkan investasi strategis. Ia meminta para akademisi untuk fokus pada riset terapan yang dapat memberikan dampak langsung bagi kemandirian bangsa.
“Bapak Presiden secara langsung memutuskan memberikan tambahan dana riset sebesar Rp 4 triliun. Harapannya, ini dapat memperkuat riset-riset di seluruh universitas agar kita tidak lagi bergantung pada teknologi asing,” ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di kompleks Istana Kepresidenan.
Terdapat tiga fokus utama yang ditekankan oleh Presiden:
- Swasembada Pangan: Pengembangan teknologi pertanian dan benih unggul.
- Swasembada Energi: Riset mengenai energi terbarukan, termasuk proyek waste-to-energy.
- Hilirisasi Industri: Mendukung 18 proyek strategis nasional, termasuk pengolahan mineral dan pangan di dalam negeri yang akan segera melakukan groundbreaking besar-besaran.
Transformasi Ekosistem Riset di Bawah Kemendiktisaintek
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menjelaskan bahwa tambahan dana ini akan dialokasikan untuk memperkuat kolaborasi antara universitas dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Brian menegaskan bahwa riset di kampus harus menjadi fondasi bagi proyek-proyek strategis yang akan dikelola melalui Danantara.
Sementara itu, Wakil Menteri Dikti Saintek, Prof. Stella Christie, menambahkan catatan optimistis. Ia menyebutkan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, total anggaran riset telah mengalami peningkatan akumulatif hingga 218 persen dibandingkan periode-periode sebelumnya. Selain itu, pemerintah juga menjanjikan pemberian insentif finansial langsung bagi dosen dan peneliti yang memenangkan dana hibah riset mulai tahun 2026 ini.
Respons Akademisi: Brains of Our Country
Presiden Prabowo dalam taklimatnya menjuluki para rektor dan guru besar yang hadir sebagai “Brains of Our Country” (Otak Bangsa). Ia menegaskan bahwa para akademisi adalah ujung tombak dalam menciptakan sumber daya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek).
Para pimpinan perguruan tinggi menyambut gembira keputusan ini. Selama ini, anggaran riset Indonesia yang hanya berada di kisaran 0,34% dari APBN dianggap sebagai salah satu penghambat daya saing global. Dengan kenaikan ini, diharapkan ekosistem inovasi di kampus-kampus Indonesia, baik negeri maupun swasta, dapat berkembang lebih pesat.
