Korban Tewas Demo Iran Tembus 3.090 Orang, Dunia Internasional Bereaksi Keras

Korban Tewas Demo Iran Tembus 3.090 Orang, Dunia Internasional Bereaksi Keras

BERITA KERABAT – Gelombang protes besar-besaran di Iran telah berubah menjadi krisis nasional setelah jumlah korban tewas dari demonstrasi yang berlangsung sejak akhir Desember 2025 mencapai 3.090 orang, menurut data yang dirilis oleh organisasi HAM independen berbasis di AS.

Unjuk rasa yang awalnya dipicu oleh kesulitan ekonomi, inflasi tinggi, dan menurunnya nilai mata uang rial kini telah berubah menjadi tuntutan publik yang lebih luas untuk perubahan politik dan pelepasan dari kekuasaan teokratis yang diperkuat oleh Ayatollah Ali Khamenei.

Skala Korban dan Jenis Kematian

Organisasi Human Rights Activists News Agency (HRANA) melaporkan jumlah korban tewas sebanyak 3.090 jiwa, yang terdiri dari:

  • 2.885 pengunjuk rasa, termasuk warga sipil yang tidak terlibat langsung.
  • Sisanya termasuk petugas keamanan dan pihak lain yang terjebak dalam kekerasan.

Sementara itu, lembaga HAM juga mencatat lebih dari 22.000 orang ditangkap selama gelombang demonstrasi ini mencerminkan tingkat penahanan terbesar dalam beberapa dekade terakhir di negara itu.

Bagaimana Protes Dimulai

Demo dimulai pada 28 Desember 2025, ketika sekelompok pedagang pasar besar Teheran berkumpul memprotes pelemahan tajam mata uang, penurunan daya beli rakyat, dan tingginya biaya hidup. Aksi ini kemudian menyebar cepat ke berbagai kota besar seperti Shiraz, Qom, Mashhad, Isfahan, dan Tabriz.

Ketidakpuasan publik tidak hanya terbatas pada isu ekonomi. Dalam hitungan hari, tuntutan berubah menjadi seruan luas untuk:

  • Reformasi sistem politik,
  • Akhir kekuasaan religius yang dominan,
  • Pelepasan tahanan politik,
  • Pengunduran diri pejabat tinggi negara.

Respons Pemerintah Iran

Pemerintah Iran menanggapi dengan represif, menerapkan pembatasan ketat pada:

  • Akses internet nasional, yang nyaris diputus total beberapa hari,
  • Penutupan aplikasi pesan terenkripsi,
  • Pembatasan perjalanan dan rapat publik,
  • Penggunaan kekuatan militer dan pasukan keamanan di jalanan.

Teheran juga melaporkan penangkapan ribuan demonstran yang dianggap “teroris” atau “agen asing”, menurut media semiresmi Iran. Pemerintah menyatakan bahwa mereka bertindak untuk menjaga keamanan dan ketertiban negara.

Internet Blackout dan Hambatan Informasi

Salah satu tantangan terbesar dalam memverifikasi angka kematian dan detail lainnya adalah pemutusan akses internet nasional selama berhari-hari. Lembaga pemantau internet NetBlocks melaporkan bahwa konektivitas internet sempat turun hingga hanya sekitar 2% dari normalnya, membatasi komunikasi warga dan pelaporan media internasional.

Baru setelah beberapa hari, internet perlahan kembali secara terbatas, memungkinkan sinyal kematian, foto, dan video kekerasan tersebar keluar Iran melalui jaringan satelit dan VPN.

Laporan Human Interest: Kisah Tragis Keluarga Korban

Salah satu kisah yang terungkap menggambarkan penderitaan warga sipil adalah tentang Robina Aminian, seorang mahasiswa yang ditembak di bagian belakang kepala saat protes di Teheran. Tubuhnya ditemukan oleh keluarganya di antara tumpukan mayat, yang kemudian mereka kuburkan secara sederhana di pinggir jalan karena takut akan tindakan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Kisah-kisah semacam ini menyoroti dimensi kemanusiaan dari krisis yang kini menelan ribuan nyawa dan menyebabkan trauma mendalam bagi keluarga para korban.

Situasi Terkini: Tenang Namun Tegang

Menurut laporan terbaru dari beberapa sumber, termasuk warga setempat dan pejabat keamanan, situasi di beberapa kota besar seperti Teheran dan daerah sekitarnya relatif lebih tenang dalam beberapa hari terakhir dibandingkan puncak protes sebelumnya. Namun, ketegangan tetap tinggi dengan patroli militer yang kuat dan kehadiran polisi bersenjata di jalan-jalan utama.

Meski demo besar tampak mereda sementara, banyak analis politik dan kelompok oposisi di luar negeri memperingatkan bahwa akar penyebab ketidakpuasan publik belum terselesaikan dan potensi gelombang baru protes tetap ada.

Reaksi Internasional

Negara-negara Barat, organisasi HAM dunia, dan sejumlah politisi internasional telah mengecam cara pemerintah Iran menangani demonstrasi. Beberapa menyerukan sanksi tambahan dan investigasi independen atas tuduhan pelanggaran HAM, sementara negara lain menyerukan dialog agar krisis tidak semakin memburuk.

Presiden Amerika Serikat turut mengomentari situasi ini, mengatakan bahwa rencana eksekusi massal yang diumumkan oleh beberapa pejabat Iran telah dibatalkan, namun pernyataan ini belum dikonfirmasi secara resmi oleh Teheran.