Cuaca Ekstrem Menggila, Langit Lumpuh Ribuan Penerbangan Batal

Cuaca Ekstrem Menggila, Langit Lumpuh Ribuan Penerbangan Batal

BERITA KERABAT – Fenomena cuaca ekstrem secara global kembali membuat dunia transportasi udara “terhenti”. Sejak akhir pekan ini, badai musiman yang sangat kuat telah menyerang banyak wilayah di Amerika Serikat dan Eropa, menyebabkan gangguan besar yang melumpuhkan jadwal penerbangan, menunda perjalanan ribuan orang, dan memicu keadaan darurat di beberapa negara.

Badai Musim Dingin Ekstrem Melumpuhkan AS

Di Amerika Serikat, sistem badai musim dingin bernama Winter Storm Fern berkembang menjadi salah satu fenomena cuaca paling parah dalam beberapa tahun terakhir. Dengan kombinasi salju tebal, hujan es, angin kencang, dan suhu beku yang ekstrem, badai ini telah menyebabkan gangguan pada jaringan listrik, transportasi, dan khususnya penerbangan.

Akibatnya, belasan ribu penerbangan dibatalkan di seluruh negeri sejak Sabtu malam hingga Minggu membuat langit nyaris lumpuh dalam beberapa jam dengan terminal-bandara yang dipenuhi penumpang terdampar.

Menurut data yang dikumpulkan oleh layanan pelacakan penerbangan seperti FlightAware dan Cirium, lebih dari 13.000 jadwal penerbangan dibatalkan di AS dalam akhir pekan ini. Angka tersebut mencakup penerbangan domestik dan internasional yang seharusnya berangkat dari bandara-bandara besar di seluruh negara.

Laporan lain juga menunjukkan bahwa lebih dari 230.000 pelanggan kehilangan listrik di berbagai bagian Amerika akibat beban salju dan angin yang merusak jaringan listrik.

Mengapa Badai Ini Begitu Parah?

Para ahli cuaca menyatakan bahwa badai musim dingin saat ini bukan sekadar hujan salju biasa melainkan kombinasi ekstrem dari beberapa faktor meteorologis:

  • Tekanan atmosfer sangat rendah yang memicu sistem badai besar yang meluas dari Texas hingga bagian timur laut AS.
  • Suhu udara yang sangat dingin di banyak negara bagian meningkatkan pembentukan es dan salju intens.
  • Angin kuat memperburuk kondisi visibilitas dan keamanan operasional bandara.

Karena gabungan ini, banyak maskapai tidak punya pilihan selain membatalkan atau menunda penerbangan demi keselamatan penumpang dan awak pesawat.

Dampak pada Bandara dan Penumpang

Bandara-bandara besar di AS seperti Dallas-Fort Worth International Airport (DFW), Chicago O’Hare, Atlanta, dan New York menjadi pusat gangguan paling parah. Ribuan penumpang meninggalkan terminal-bandara mencari penginapan, makanan, dan informasi terbaru. Beberapa bandara bahkan mengeluarkan peringatan darurat terkait kondisi landasan yang membeku.

Maskapai besar seperti Delta, United, JetBlue, dan American Airlines menghadapi tantangan besar dalam merombak jadwal penerbangan dan memberi kompensasi bagi pelanggan. Banyak maskapai menyatakan bahwa penumpang dapat mengubah rute, menjadwal ulang tanpa biaya, atau mengajukan refund penuh jika terjadi pembatalan.

Selain itu, layanan kereta api dan jalan tol juga terkena dampak salju tebal, yang memperlambat akses ke bandara dan memperpanjang frustrasi para pelancong.

Situasi di Eropa Tidak Lebih Tenang

Di sisi lain benua, beberapa negara Eropa juga menghadapi cuaca ekstrem yang signifikan. Belanda, Inggris, dan Prancis melaporkan ratusan penerbangan dibatalkan atau tertunda karena kondisi buruk di pekan yang sama meskipun skala keseluruhannya lebih kecil dibanding AS, namun tetap menciptakan kekacauan transportasi penting.

Bandara utama di kota-kota besar seperti Amsterdam, London, dan Paris menjadi area dengan tekanan operasional yang tinggi, memaksa jadwal penerbangan direvisi secara mendadak.

Potensi Dampak Ekonomi dan Sosial

Dampak badai ini jauh melampaui sekadar pembatalan penerbangan. Berikut beberapa konsekuensi yang juga mulai terasa:

  • Kerugian finansial maskapai dan bandara: Pembatalan ribuan penerbangan berpotensi mengakibatkan kerugian jutaan hingga puluhan juta dolar, termasuk biaya tambahan akomodasi dan kompensasi penumpang.
  • Gangguan rantai pasok: Transportasi kargo udara ikut terhambat, berimbas pada distribusi barang penting di berbagai industri.
  • Tekanan pada layanan darurat dan logistik: Banyak kota melaporkan kebutuhan akan bantuan darurat untuk salju tebal, termasuk layanan kesehatan dan respon bencana.

Para ekonom dan analis transportasi udara telah memperingatkan bahwa cuaca ekstrem yang makin sering terjadi akibat perubahan iklim global dapat membuat gangguan semacam ini menjadi lebih sering terjadi di masa depan.