BERITA KERABAT – Las Vegas, Amerika Serikat UFC 324 yang digelar di T-Mobile Arena meninggalkan banyak cerita dramatis dari oktagon, termasuk komentar jujur dari legenda kelas ringan UFC, Khabib Nurmagomedov, usai melihat mantan rivalnya, Justin Gaethje, mengalahkan rising star Inggris Paddy Pimblett. Khabib memberikan pandangan yang jujur sekaligus mengingatkan satu hal penting dari hasil pertarungan tersebut usia dan pengalaman tetap berbicara di level tertinggi olahraga ini.
Pertarungan antara Gaethje dan Pimblett sendiri berlangsung sangat intens selama lima ronde penuh. Gaethje keluar sebagai pemenang melalui keputusan bulat juri dan meraih gelar juara interim kelas ringan UFC, sekaligus menandai salah satu kemenangan besar di tahap akhir kariernya. Pimblett, yang datang dengan rentetan kemenangan gemilang, harus menerima kekalahan pertamanya dalam sejarah UFC-nya.
Khabib Puji Gaethje: Benar-Benar Legenda
Dalam unggahan media sosialnya setelah event, Khabib Nurmagomedov menulis ucapan selamat kepada Gaethje yang telah menunjukkan performa luar biasa melawan Pimblett. Khabib menyebut Gaethje “benar-benar legenda” dan menekankan bahwa meskipun usianya hampir 38 tahun, veteran Amerika itu masih mampu bertarung serta mengungguli lawan yang lebih muda dan berenergi.
Menurut Khabib, kemenangan Gaethje bukan hanya soal hasil akhir, tetapi juga tentang ketahanan mental dan hasrat untuk terus berjuang di level tertinggi sesuatu yang harus dihormati oleh generasi muda petarung. Pernyataan ini jelas mencerminkan pandangan Khabib soal nilai pengalaman dalam MMA modern.
Laga yang Berlangsung Brutal dan Penuh Drama
UFC 324 sendiri bukanlah pertarungan biasa. Momentum terus berubah selama lima ronde, dan kedua petarung sama-sama menunjukkan keberanian mereka. Gaethje mendominasi di banyak fase, terutama dalam striking, sementara Pimblett memberikan tekanan berulang kali meskipun sempat berdarah parah.
Sementara juri memberikan tiga skor mutlak kepada Gaethje, momen emosional terjadi di ronde akhir saat kedua atlet saling menghormati usai bel berbunyi. Pimblett, walaupun kalah, tetap menunjukkan sportivitas tinggi dan berjanji akan kembali lebih kuat.
Usia, Pengalaman, dan Nasihat Khabib untuk Petarung Muda
Khabib tidak hanya memuji Gaethje dia juga menyelipkan pesan penting untuk para petarung muda. Menurutnya, usia tidak selalu menjadikan seseorang lemah, asalkan disiplin dan pengalaman terus diasah.
Pesan ini terasa relevan karena Gaethje adalah contoh nyata: di usia yang sering dianggap di atas puncak karier, dia tetap mampu mengalahkan salah satu atlet berbakat di divisinya.
Hal ini mengingatkan kembali filosofi Khabib sendiri ketika masih aktif bertarung bahwa mental, disiplin, dan persiapan adalah komponen utama kesuksesan, bukan hanya usia atau kekuatan fisik semata.
Reaksi Dunia MMA Setelah Khabib Berbicara
Reaksi Khabib ini segera menjadi topik hangat di komunitas MMA. Banyak fans dan analis menyambut komentar tersebut sebagai penghormatan penuh hormat kepada Gaethje dan juga sebagai evaluasi realistis soal dinamika generasi baru vs veteran.
Selain itu, banyak pihak juga mengutip komentar Khabib untuk menekankan bahwa meskipun generasi baru atlet seperti Pimblett memiliki bakat besar, mereka masih harus menghadapi kelas berat pengalaman sebelum mencapai puncak tertinggi di divisi.
Apa Selanjutnya untuk Gaethje dan Khabib?
Dengan gelar interim sekarang di pundaknya, Gaethje kemungkinan besar akan melangkah ke pertandingan unifikasi gelar melawan juara ringan saat ini, Ilia Topuria, di acara UFC yang direncanakan berlangsung di Gedung Putih (White House card) pada pertengahan tahun ini.
Sementara itu, Khabib yang sudah pensiun tetap terlibat dalam dunia MMA melalui komentar, pelatihan, dan dukungan terhadap petarung dari wilayahnya serta pengaruhnya di komunitas global. Pernyataannya selalu ditunggu karena reputasinya sebagai salah satu petarung paling berpengaruh sepanjang masa.
