BERITA KERABAT – Ketua Dewan Pakar Asprindo dan Guru besar IPB Bogor Didin S Damanhuri mengapresiasi paparan Presiden di World Economic Forum (WEF) 2026. Forum ini menunjukan arah pengembangan ekonomi Indonesia di hadapan kepala negara dan CEO perusahaan internasional. Ini tentunya membanggakan kita semua sebagai rakyat negara dan bangsa Indonesia.
Kata Didin dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 8 Februari 2026. Ia menyatakan, inti pidato Presiden adalah cermin bagaimana platform pembangunan ekonomi Indonesia tidak cukup hanya dengan stabilitas nasional dan persamaan antar warga negara. Namun menurutnya, hal ini juga harus diikuti oleh kemajuan bangsa dalam perspektif pembangunan ekonomi.
Peta Jalan Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045
Di tengah ketidakpastian geopolitik global dan pergeseran paradigma ekonomi dunia, Indonesia memerlukan kompas pembangunan yang tegas dan berorientasi pada kemandirian. Konsep Prabowonomics muncul sebagai jawaban strategis—sebuah doktrin ekonomi yang mengintegrasikan nasionalisme ekonomi, ketahanan pangan, dan hilirisasi industri untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle-income trap).
Inti dari Prabowonomics adalah keyakinan bahwa kedaulatan politik hanya bisa tegak jika ditopang oleh kedaulatan ekonomi. Fokus utama terletak pada penguatan sektor-sektor fundamental: pangan, energi, dan air. Dalam visi ini, Indonesia tidak boleh lagi bergantung pada impor untuk kebutuhan pokok. Program Food Estate dan revitalisasi lahan pertanian bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan upaya sistemik untuk menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.
Hilirisasi: Melompat Dari Komoditas Ke Industri
Prabowonomics melanjutkan dan memperluas semangat hilirisasi yang telah dimulai di era sebelumnya. Pesannya jelas: Indonesia tidak akan lagi menjual “tanah dan air” dalam bentuk bahan mentah. Kekayaan alam, mulai dari nikel, bauksit, hingga produk perkebunan, harus diolah di dalam negeri untuk menciptakan nilai tambah yang berlipat ganda.
Strategi ini bertujuan untuk membangun ekosistem industri yang terintegrasi. Dengan memperkuat hilirisasi, Indonesia bermaksud menarik investasi berkualitas yang mampu menyerap tenaga kerja dalam skala besar serta meningkatkan kompleksitas ekonomi nasional. Inilah mesin utama yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai angka 8 persen.
Ekonomi Kerakyatan Dan Makan Siang Bergizi
Salah satu aspek paling distingtif dari Prabowonomics adalah pendekatan ekonomi dari sisi konsumsi dan kualitas sumber daya manusia (SDM). Program Makan Siang Bergizi Gratis bukan sekadar program sosial, melainkan investasi makroekonomi jangka panjang. Secara teori, program ini menciptakan permintaan (demand) domestik yang masif bagi petani, peternak, dan UMKM lokal. Secara kualitas, ini adalah upaya memutus rantai stunting agar generasi masa depan memiliki kapasitas kognitif untuk bersaing di era digital.
Prabowonomics percaya bahwa ekonomi yang kuat hanya bisa dibangun oleh rakyat yang sehat dan terdidik. Berbeda dengan pandangan tradisional yang melihat belanja pertahanan sebagai beban, Prabowonomics memandangnya sebagai peluang transfer teknologi dan pengembangan industri strategis dalam negeri. Melalui kolaborasi global dan syarat offset yang ketat, industri pertahanan diarahkan untuk menjadi motor inovasi yang efeknya bisa dirasakan di sektor sipil, seperti manufaktur dan kedirgantaraan.
Keberlanjutan Dan Optimisme
Meskipun menekankan pada pertumbuhan cepat, Prabowonomics tetap memperhatikan keseimbangan fiskal dan keberlanjutan. Pemanfaatan energi hijau, seperti bioenergi dan panas bumi yang melimpah di nusantara, menjadi bagian dari strategi kemandirian energi yang ramah lingkungan.
Prabowonomics adalah arah baru yang menawarkan perpaduan antara keberanian negara dalam melakukan intervensi strategis dengan kepercayaan pada kekuatan pasar domestik. Dengan memprioritaskan perut rakyat, kedaulatan energi, dan nilai tambah industri, konsep ini bertujuan membawa Indonesia bukan hanya menjadi penonton, melainkan pemain kunci dalam ekonomi global.
