Capaian Kerja 2025: Gubernur Lampung Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Desa

Capaian Kerja 2025 Gubernur Lampung Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Desa

BERITA KERABAT – Menutup tahun anggaran 2025, Pemerintah Provinsi Lampung menggelar refleksi akhir tahun yang menyoroti berbagai pencapaian strategis di bawah kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela. Tahun 2025 ditegaskan sebagai “Fase Penataan dan Penguatan Fondasi”, di mana pembenahan infrastruktur konektivitas dan penguatan ekonomi kerakyatan menjadi pilar utama.

Dalam paparan yang disampaikan di Bandar Lampung pada akhir Desember 2025, Gubernur menekankan bahwa kerja nyata sepanjang tahun ini difokuskan untuk memastikan seluruh masyarakat, hingga ke pelosok desa, merasakan kehadiran pemerintah melalui program-program yang berdampak langsung.

Akselerasi Infrastruktur: Jalan Mulus dan Konektivitas

Salah satu capaian paling mencolok adalah keberhasilan dalam perbaikan infrastruktur jalan. Melalui program hasil terbaik cepat, Pemprov Lampung telah merampungkan sedikitnya 52 paket perbaikan jalan dengan total panjang mencapai 69,93 kilometer hingga akhir November 2025.

“Pondasi telah dibangun dan arah pembangunan semakin jelas. Kami berkomitmen dalam 2-3 tahun ke depan, kemantapan jalan di Provinsi Lampung akan merata dan mendukung mobilitas ekonomi masyarakat secara signifikan,” ujar Gubernur dalam paparannya.

Fokus pembangunan tidak hanya pada kuantitas, tetapi juga pada kualitas konektivitas yang menghubungkan simpul-simpul produksi pertanian dengan pusat distribusi.

Transformasi Desa Melalui Program Desaku Maju

Sektor pedesaan menjadi jantung dari strategi pembangunan 2025. Program unggulan “Desaku Maju” tercatat sukses mempercepat transformasi status desa di Lampung. Data menunjukkan kemajuan signifikan sebagai berikut:

  • 952 desa berhasil naik kelas menjadi status Desa Maju.
  • 579 desa telah mencapai status Desa Mandiri.
  • Hingga Mei 2025, program ini telah diimplementasikan secara intensif di 490 desa prioritas.

Program ini tidak hanya fokus pada pembangunan fisik desa, tetapi juga pada peningkatan kualitas SDM dan inovasi berbasis komoditas lokal seperti kopi, jagung, dan ubi kayu.

Stabilitas Ekonomi dan Realisasi Investasi yang Melampaui Target

Di tengah dinamika ekonomi global, Provinsi Lampung menunjukkan resiliensi yang luar biasa. Realisasi investasi di Lampung pada Triwulan III 2025 mencatatkan pertumbuhan sebesar 76,44% (y-on-y) dibandingkan tahun sebelumnya. Total investasi yang masuk mencapai angka yang fantastis, terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp10,80 Triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp2,12 Triliun.

Capaian ini menempatkan Lampung dalam posisi 5 besar di Sumatera dan peringkat 22 secara nasional dalam hal daya tarik investasi. Investasi tersebut juga berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja sebanyak lebih dari 18.500 orang, yang secara bertahap menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).

Kualitas Hidup dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

Pemerintah Provinsi Lampung juga memberikan atensi besar pada dimensi sosial. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung tahun 2025 tercatat berada pada angka 73,98. Peningkatan ini didorong oleh:

  1. Dimensi Umur Panjang & Sehat: Umur Harapan Hidup (UHH) naik menjadi 74,71 tahun.
  2. Dimensi Pengetahuan: Rata-rata Lama Sekolah meningkat menjadi 8,61 tahun.
  3. Standar Hidup Layak: Pengeluaran riil per kapita meningkat sebesar Rp425.000 dibandingkan periode sebelumnya.

Transformasi Hijau dan Pertanian Berkelanjutan

Sebagai lumbung pangan nasional, Lampung terus memperkuat sektor pertanian dengan pendekatan transformasi hijau. Pemerintah telah mengembangkan 500 unit instalasi pupuk organik cair (POC) dan pusat mikroba untuk mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia. Produksi padi Lampung yang mencapai 2,79 juta ton tetap konsisten menempatkan provinsi ini di peringkat enam nasional.

Menuju Lampung Emas 2045

Gubernur Lampung menegaskan bahwa pencapaian di tahun 2025 hanyalah awal dari perjalanan panjang. Dengan kategori fiskal yang dinilai “Kuat” oleh Kemendagri, Lampung memiliki modal besar untuk terus berinovasi.

“Tahun depan akan ada lebih banyak inovasi berbasis digital dan penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak. Kami ingin memastikan pembangunan ini inklusif dan berkelanjutan,” tutupnya.