Detik-Detik Banjir Bandang Susulan Terjang Agam, Warga Panik!

Detik-Detik Banjir Bandang Susulan Terjang Agam, Warga Panik!

BERITA KERABATSuasana khidmat libur Natal di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, berubah menjadi kepanikan luar biasa pada Kamis siang (25/12/2025). Secara tiba-tiba, banjir bandang atau yang dikenal masyarakat setempat sebagai galodo kembali menerjang wilayah pemukiman di Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya. Peristiwa ini terjadi di tengah duka masyarakat yang belum sepenuhnya pulih dari terjangan banjir besar pada akhir November lalu.

Kronologi Kejadian: Air Datang Saat Hujan Tak Berhenti

Sejak Kamis pagi, wilayah Kabupaten Agam memang diguyur hujan dengan intensitas tinggi tanpa henti. Sekitar pukul 14.30 WIB, debit air di Sungai Batang Aia Pisang meningkat drastis secara mendadak. Tak berselang lama, aliran sungai yang semula hanya air kecokelatan berubah menjadi gelombang material pekat yang membawa lumpur, potongan kayu gelondongan, hingga bongkahan batu besar.

“Air datang sangat cepat. Awalnya hanya suara gemuruh dari arah hulu, lalu tiba-tiba material batu dan kayu menghantam jembatan dan masuk ke jalan raya,” ujar salah satu warga Jorong Pasar, Nagari Maninjau.

Berdasarkan rekaman video amatir yang beredar di media sosial, terlihat warga berlarian keluar rumah sambil berteriak histeris saat air mulai meluap ke badan jalan penghubung Lubuk Basung–Bukittinggi. Beberapa ibu hamil dan lansia harus dievakuasi dengan cepat oleh tim SAR gabungan dan warga sekitar sebelum arus semakin menderas.

Penyebab dan Dampak Kerusakan

Sekretaris BPBD Sumatera Barat, Ilham Wahab, menjelaskan bahwa banjir bandang susulan ini dipicu oleh penyumbatan di bagian hulu sungai akibat longsoran sebelumnya di kawasan Kelok 28. Endapan material yang tertahan kemudian jebol saat dihantam curah hujan yang ekstrem, menyebabkan aliran air membawa material sisa bencana sebelumnya ke pemukiman.

Dampak dari kejadian ini cukup signifikan:

  1. Akses Jalan Terputus: Jalan utama yang menghubungkan Lubuk Basung dan Bukittinggi sempat tertutup total karena timbunan lumpur dan batu.
  2. Pemukiman Terendam: Puluhan rumah di Jorong Pasar dan sekitarnya terendam lumpur setinggi 30–50 cm.
  3. Fasilitas Umum: Beberapa jembatan kecil dilaporkan mengalami kerusakan struktur akibat hantaman kayu gelondongan.

Meskipun kerusakan material cukup masif, BPBD mengonfirmasi bahwa hingga saat ini tidak ada korban jiwa dalam kejadian susulan pada 25 Desember tersebut. Hal ini dikarenakan kewaspadaan warga yang sudah meningkat sejak bencana besar sebulan sebelumnya.

Duka Beruntun di Akhir Tahun

Bencana ini menambah panjang daftar catatan kelam Sumatera Barat di tahun 2025. Hingga 26 Desember 2025, BNPB mencatat total korban meninggal dunia akibat rangkaian banjir bandang dan longsor di wilayah Sumatera (Sumbar, Sumut, dan Aceh) telah mencapai 1.137 orang. Khusus di Kabupaten Agam, validasi terakhir menunjukkan 163 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya masih dinyatakan hilang dari peristiwa di bulan November.

Pemerintah Kabupaten Agam telah memperpanjang masa tanggap darurat hingga 5 Januari 2026. Fokus saat ini adalah normalisasi aliran sungai menggunakan alat berat untuk mencegah banjir susulan, mengingat BMKG memprediksi cuaca ekstrem masih akan berlangsung hingga awal tahun baru.

Kondisi Terkini dan Imbauan

Pantauan di lokasi pada Jumat (26/12/2025), air mulai surut namun menyisakan lumpur pekat yang mulai mengeras serta bongkahan batu di halaman rumah warga. Warga yang sempat mengungsi kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa material, meski tetap dalam kondisi waspada.

Pemerintah setempat mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai yang berhulu di Gunung Marapi dan Singgalang untuk tetap siaga.

“Kami minta warga segera menjauh dari aliran sungai jika melihat air berubah warna menjadi keruh pekat atau mendengar suara gemuruh dari arah bukit,” tegas Camat Tanjung Raya, Al Hafidh.