BERITA KERABAT – Sebuah kejadian kebakaran hebat mengguncang Kawasan Industri Maspion, Manyar, Kabupaten Gresik pada Rabu pagi (21 Januari 2026). Kebakaran terjadi di pabrik minyak goreng milik PT Batara Elok Semesta Terpadu (PT BEST) yang berada di Jalan Gamma Kawasan Maspion Q No. 02, Desa Manyar Sidomukti. Api pertama kali terlihat sekitar pukul 10.00 WIB dan berhasil menarik perhatian warga hingga aparat keamanan setempat.
Kronologi Awal Terjadinya Kebakaran
Menurut keterangan dari pihak perusahaan dan petugas pemadam kebakaran, api diperkirakan bermula dari bagian mesin boiler yang berada di ruang ketel produksi minyak goreng. Mesin ini merupakan salah satu bagian penting dalam proses pemanasan bahan baku minyak sebelum diproses lebih lanjut. Diduga terjadi kebocoran di jalur strainer atau perpipaan yang kemudian memicu keluarnya api.
Api semakin membesar ketika api menyambar panel listrik hingga menimbulkan ledakan kecil. Dampaknya, kobaran api semakin cepat menjalar ke area sekitar mesin utama pabrik. Kepulan asap hitam yang tebal dan membubung tinggi sempat membuat warga sekitar panik karena terlihat dari kejauhan.
Warga yang berada di sekitar lokasi, banyak yang keluar rumah untuk melihat hingga merekam peristiwa itu menggunakan kamera handphone mereka. Video amatir kebakaran itu kemudian tersebar di media sosial dan menjadi viral dalam hitungan menit.
Upaya Penanganan dari Petugas Damkar dan Keamanan
Menanggapi kebakaran tersebut, pihak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Gresik serta tim internal pemadam dari PT Maspion langsung dikerahkan ke lokasi kejadian. Tiga unit mobil pemadam kebakaran, serta satu unit mobil suplai air, diterjunkan untuk menjinakkan api.
Kedatangan petugas pemadam sekitar pukul 10.50 WIB, hampir satu jam setelah laporan awal diterima. Dengan kerja keras, petugas berhasil mengendalikan kobaran api dan menyatakan api telah berhasil dipadamkan pada pukul 12.15 WIB. Langkah pembasahan pun dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa yang dapat membahayakan area sekitarnya.
Pihak DPKP Gresik juga memastikan bahwa tidak ada insiden lanjutan yang terjadi setelah api berhasil dipadamkan. Semua personel bekerja dengan disiplin dan protokol keselamatan yang ketat.
Korban dan Dampak Insiden
Beruntung, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa maupun luka serius yang dilaporkan oleh pihak berwenang maupun perusahaan. Seluruh pekerja yang berada di pabrik saat kejadian berhasil dievakuasi dengan aman saat alarm kebakaran berbunyi dan unit pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Namun demikian, pihak perusahaan masih menghitung total kerugian materiil akibat insiden ini. Kerusakan alat, fasilitas produksi, dan potensi kerugian operasional menjadi fokus penilaian awal yang sedang dilakukan oleh manajemen PT BEST.
Penyelidikan Penyebab Kebakaran
Polisi dan tim penyelidik dari instansi terkait sudah berada di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) demi mengumpulkan data dan bukti. Fokus utama dari penyelidikan ini adalah memastikan penyebab pasti dari kebocoran di jalur strainer atau panel listrik yang memicu api.
Kepolisian masih menghimpun keterangan saksi, bukti visual dari video amatir yang tersebar, serta laporan teknis dari pihak internal pabrik untuk menentukan apakah ada faktor human error, kelalaian, atau kesalahan teknis pada mesin.
Reaksi Warga dan Dampak Lingkungan
Asap hitam pekat yang membubung ke udara sempat membuat sejumlah warga yang tinggal di sekitar kawasan industri khawatir terhadap kualitas udara dan kemungkinan paparan polutan. Meskipun demikian, pihak berwenang memastikan bahwa setelah pemadaman dilakukan, kondisi udara berangsur membaik.
Beberapa warga juga sempat mengungkapkan kecemasan mereka kepada media lokal, terutama terkait kemungkinan gangguan kesehatan akibat asap. Namun hingga kini, belum ada laporan resmi terkait dampak kesehatan warga dari instansi medis setempat.
