Eko Yuli di ISS 2025: Ajak Atlet Muda Nikmati Proses Menjadi Juara

Eko Yuli di ISS 2025 Ajak Atlet Muda Nikmati Proses Menjadi Juara

BERITA KERABAT – Legenda angkat besi Indonesia, Eko Yuli Irawan, kembali membuktikan dedikasinya tidak hanya di panggung kompetisi, tetapi juga dalam pembinaan mental atlet muda. Dalam acara prestisius Indonesia Sports Summit (ISS) 2025 yang berlangsung meriah di Jakarta Convention Center (JCC), peraih empat medali Olimpiade ini berbagi kisah dan pandangan inspiratif di hadapan ratusan atlet junior, pelatih, dan insan olahraga nasional.

Sesi diskusi panel yang bertajuk “Mental Juara: Menjembatani Mimpi dengan Realita Keras Kompetisi” tersebut menjadi salah satu highlight utama ISS tahun ini. Eko Yuli, yang dikenal dengan ketenangan dan konsistensinya, menekankan satu pesan kunci yang sering terabaikan: menikmati setiap proses yang dilalui dalam perjalanan karier atletik.

Proses Adalah Medali yang Paling Berharga

Dalam paparannya, Eko Yuli memulai dengan membahas tekanan besar yang kini diemban oleh atlet junior sebuah ekspektasi instan untuk meraih medali emas.

“Saya melihat banyak talenta muda kita yang luar biasa, tapi sebagian besar terlalu fokus pada hasil akhir, yaitu medali emas. Tentu, itu tujuan kita. Tapi, jika kita hanya fokus pada medali, kita akan merasa sangat tertekan dan kecewa saat gagal,” ujar Eko, yang disambut anggukan dari peserta.

Eko Yuli, yang memulai kariernya dari lingkungan yang sederhana, membagikan pengalamannya selama dua dekade di dunia angkat besi. Ia menekankan bahwa latihan yang monoton, rasa sakit karena cedera, dan hari-hari di mana performa tidak mencapai standar adalah bagian tak terpisahkan dari “proses” yang harus dicintai.

“Setiap sesi latihan, setiap repetisi, setiap kali kita gagal mengangkat beban, itu adalah pelajaran berharga. Itu adalah medali harian yang kita kumpulkan. Ketika kita mulai bisa menikmati rutinitas, menikmati tantangan, dan fokus pada peningkatan diri hari ini, saat itulah kita membangun fondasi mental seorang juara,” jelas lifter kelas 61 kg ini.

Mengubah Rasa Sakit Menjadi Kekuatan

Salah satu topik menarik yang diangkat adalah bagaimana Eko menghadapi kegagalan dan cedera. Ia mengungkapkan bahwa banyak atlet muda cenderung menyerah atau menyalahkan faktor eksternal ketika menghadapi kemunduran.

“Kegagalan bukan berarti akhir, tapi feedback dari tubuh dan pikiran kita. Di setiap Olimpiade, saya selalu punya target yang sangat tinggi. Tapi ketika saya tidak mencapainya, saya tidak larut dalam kekecewaan. Saya segera menganalisis: apa yang salah dengan teknik saya? Apa yang kurang dari program latihan saya?” katanya.

Ia menceritakan bahwa di masa-masa sulit, ia tidak melihat latihan sebagai beban, melainkan sebagai sebuah privilese untuk menjadi lebih kuat. Momen-momen di ruang gym yang sepi, saat tidak ada kamera atau sorak sorai penonton, adalah waktu di mana karakter juara sejati dibentuk.

“Juara bukan hanya tentang berdiri di podium. Juara adalah tentang konsistensi saat tidak ada yang melihat. Juara sejati adalah dia yang bisa bangkit, membersihkan diri, dan kembali mengangkat beban itu lagi keesokan harinya, seolah-olah hari kemarin tidak pernah terjadi,” pesan Eko dengan nada tegas namun ramah.

Pentingnya Lingkungan dan Teamwork

Dalam sesi tanya jawab, seorang atlet junior bertanya tentang peran tim pendukung di balik kesuksesannya. Eko Yuli menjawab bahwa proses menjadi juara bukanlah upaya individu semata.

“Pelatih, fisioterapi, ahli gizi, bahkan rekan satu tim yang bersaing dengan kita mereka adalah bagian dari proses. Hormati mereka, dengarkan saran mereka, dan pahami bahwa kritik adalah upaya untuk membantu kita bertumbuh. Di sinilah pentingnya kerendahan hati,” ujar Eko.

Ia juga menekankan pentingnya membangun suasana tim yang positif, di mana setiap anggota saling mendukung, bukan sekadar bersaing secara destruktif.

Di akhir sesi, Eko Yuli Irawan berpesan kepada para atlet junior yang hadir di ISS 2025 untuk tidak pernah melupakan alasan mengapa mereka jatuh cinta pada olahraga yang mereka tekuni.

“Nikmati setiap tetes keringat, nikmati rasa lelah di otot, nikmati proses menantang diri Anda sendiri. Medali akan datang sebagai hadiah dari proses yang Anda cintai. Fokuslah untuk menjadi versi terbaik dari diri Anda setiap hari, dan percayalah, gelar juara akan mengikuti,” tutupnya, mengakhiri sesi dengan standing ovation dari seluruh peserta.

Kisah Eko Yuli sekali lagi menjadi pengingat yang kuat bagi dunia olahraga Indonesia bahwa kesuksesan abadi tidak dibangun dalam semalam, melainkan melalui dedikasi yang konsisten dan kemampuan untuk mencintai proses, seberat apa pun itu.