BERITA KERABAT – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka kembali menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas akses listrik di seluruh pelosok tanah air. Dalam kunjungan kerja Minggu ke Desa Hilisebua, Kecamatan Sogae’adu, Kabupaten Nias, Gibran meminta secara khusus kepada anak-anak setempat untuk memanfaatkan listrik yang kini telah tersedia demi meningkatkan kualitas pendidikan mereka.
Kehadiran Gibran di Desa Hilisebua merupakan bagian dari agenda peninjauan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), yang dilaksanakan pemerintah sebagai upaya mempercepat pemerataan energi listrik di wilayah terpencil, termasuk wilayah kepulauan seperti Nias. Program BPBL diharapkan bisa menjawab kebutuhan dasar masyarakat yang selama ini hidup tanpa listrik atau hanya memiliki akses terbatas.
Dalam sambutannya, Gibran menyampaikan bahwa listrik bukan sekadar pemasangan kabel dan meteran, tetapi adalah fondasi penting dalam transformasi sosial-ekonomi masyarakat. Menurutnya, listrik dapat menjadi pendorong kegiatan produktif di rumah tangga, menciptakan rasa aman di malam hari, serta membuka peluang bagi anak-anak untuk belajar lebih lama dan lebih efektif.
“Ini saya mohon karena listriknya sudah tersambung, nanti adik-adik kalau malam tolong dengan listrik yang sudah ada, belajar yang rajin, ya. Bapak, ibu, juga bisa melakukan aktivitas di malam hari,” ujar Gibran saat berdialog dengan warga lokal.
Pernyataan ini secara langsung mencerminkan pesan kuat pemerintah bahwa pemerataan akses listrik tidak hanya soal fasilitas fisik, tetapi juga soal peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemerataan kesempatan pendidikan di seluruh pelosok negeri. Dengan listrik, anak-anak di Desa Hilisebua kini bisa belajar dengan penerangan yang layak, membuka buku pelajaran di malam hari tanpa harus mengandalkan cahaya lilin atau senter.
Pemerintah Perkuat Layanan Dasar di Wilayah Terpencil
Dalam kesempatan yang sama, Gibran menjelaskan bahwa kunjungan tersebut juga merupakan bentuk pengawasan langsung terhadap pelaksanaan kebijakan pemerintah pusat agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Ia menegaskan bahwa pemerataan energi listrik merupakan bagian penting dari janji pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan layanan dasar secara adil bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk di wilayah kepulauan dan daerah yang selama ini belum terjangkau jaringan listrik memadai.
Penyediaan listrik, tambahnya, bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi merupakan investasi sosial yang akan berdampak panjang terhadap kesejahteraan masyarakat. Dengan akses listrik, usaha mikro dan rumah tangga bisa beroperasi lebih fleksibel, kegiatan ekonomi lokal bisa berkembang, dan kualitas hidup secara keseluruhan dapat meningkat.
Dalam dialog dengan warga, Gibran juga menyinggung soal pentingnya listrik untuk aktivitas belajar anak-anak pada malam hari. Ia berharap keberadaan listrik tidak hanya dipandang sebagai fasilitas teknis, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan masyarakat khususnya generasi muda.
Tantangan dan Harapan di Kabupaten Nias
Bupati Nias, Ya’atulo Gulo, turut menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat dalam program kelistrikan. Meski demikian, menurutnya masih terdapat beberapa desa yang belum sepenuhnya teraliri listrik. Di Kabupaten Nias sendiri, dari total 170 desa, masih ada sekitar 5 desa yang “gelap gulita” tanpa akses listrik sama sekali. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun progres signifikan telah dicapai, masih ada tantangan tersisa dalam mencapai pemerataan energi listrik di seluruh wilayah.
Ya’atulo menyatakan optimisme bahwa perluasan akses listrik akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup warga Nias. Ia mengungkapkan bahwa dengan semakin banyak rumah tangga yang dapat menikmati listrik, anak-anak dan keluarga di desa-desa terpencil akan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang secara pendidikan, sosial, dan ekonomi.
Manfaat Listrik Bagi Pendidikan dan Kehidupan Sosial
Kehadiran listrik di desa-desa terpencil seperti Hilisebua bukan hanya soal penerangan, tetapi juga soal membuka ruang bagi transformasi pendidikan. Selama bertahun-tahun, banyak anak di wilayah pedesaan kesulitan belajar di malam hari karena keterbatasan penerangan. Dengan listrik, mereka kini bisa belajar dengan durasi yang lebih panjang, mengakses media digital (jika tersedia perangkatnya), dan bahkan mengikuti pembelajaran daring apabila jaringan internet juga tersedia.
Lebih jauh, fasilitas listrik juga membantu orang tua dalam melakukan kegiatan produktif setelah jam kerja harian, seperti menjahit, mengolah hasil pertanian, atau menjalankan usaha kecil. Hal ini secara tidak langsung bisa meningkatkan pendapatan rumah tangga dan menambah daya beli warga desa.
