Operasi SAR Labuan Bajo: Sonar dan Penyelam Cari 3 WN Spanyol yang Hilang

Operasi SAR Labuan Bajo Sonar dan Penyelam Cari 3 WN Spanyol yang Hilang

BERITA KERABAT – Memasuki hari keenam pasca-insiden tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah, Tim SAR Gabungan terus mengintensifkan pencarian terhadap tiga warga negara (WN) asal Spanyol yang masih dinyatakan hilang. Operasi kemanusiaan ini kini melibatkan kekuatan penuh, mulai dari belasan penyelam profesional hingga penggunaan alat deteksi bawah laut (sonar) canggih milik Polda NTT dan Basarnas.

Insiden yang terjadi pada Jumat malam, 26 Desember 2025, di sekitar perairan Pulau Padar, Kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), telah menyita perhatian publik internasional. Hal ini dikarenakan para korban merupakan keluarga dari pelatih sepak bola klub ternama Spanyol, Valencia CF. Dari total 11 penumpang (termasuk kru), tujuh orang berhasil selamat dan satu jenazah ditemukan pada pencarian hari keempat.

Fokus Pencarian dan Kekuatan Personel

Hingga Selasa sore (30/12), sebanyak 123 personel gabungan telah dikerahkan ke lokasi kejadian. Strategi pencarian dibagi menjadi dua tim utama: tim penyisiran permukaan laut dan tim penyelaman bawah laut. Fokus utama saat ini adalah area di sekitar Pulau Padar hingga Pulau Serai, tempat di mana serpihan dinding kapal mulai ditemukan pada Selasa pagi.

Sebanyak 11 penyelam profesional, yang terdiri dari personel Basarnas, Polairud Polda NTT, TNI AL, serta bantuan dari komunitas penyelam lokal (Dive Master), secara bergantian melakukan penyelaman di titik-titik yang diduga menjadi lokasi bangkai kapal.

Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, selaku SAR Mission Coordinator (SMC), menyatakan bahwa penggunaan alat bantu canggih menjadi krusial di tengah kondisi arus bawah laut yang ekstrem.

“Kami mengerahkan satu unit sistem sonar 2D, drone bawah laut (SRV-8 MS), serta alat pengisi daya cadangan untuk memastikan pemantauan bawah air tidak terputus,” jelasnya.

Teknologi Canggih Melawan Arus Ekstrem

Penggunaan teknologi sonar bertujuan untuk memetakan objek di dasar laut melalui gelombang suara. Mengingat kapal tenggelam dengan cepat setelah mengalami mati mesin, tim menduga posisi ketiga korban mungkin masih berada di dekat kerangka utama kapal atau terseret arus ke palung laut yang lebih dalam.

Selain sonar, tim juga menggunakan:

  • Tactical Rescue Diver Thruster: Untuk mendukung mobilitas penyelam di bawah air agar lebih efisien melawan arus.
  • Scooter Bonex: Kendaraan bawah air yang membantu penyelam menjangkau area lebih luas dalam waktu singkat.
  • RIB (Rigid Inflatable Boat): Sejumlah unit RIB 500 PK dikerahkan untuk menyisir bibir pantai pulau-pulau tak berpenghuni di sekitar lokasi.

Kronologi dan Identitas Korban

Tragedi ini bermula saat KM Putri Sakinah yang mengangkut enam wisatawan asal Spanyol bertolak dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar. Sekitar pukul 20.30 WITA, kapal mengalami mati mesin di tengah cuaca buruk dengan tinggi gelombang mencapai 2 hingga 3 meter. Kapal kemudian dihantam ombak dan tenggelam dalam hitungan menit.

Keluarga korban yang masih dalam pencarian diidentifikasi sebagai satu kesatuan keluarga besar. Satu jenazah anak perempuan telah ditemukan sebelumnya dan telah diidentifikasi oleh ibunya, Amanda, yang merupakan salah satu korban selamat. Tiga orang yang masih dicari meliputi sang ayah (pelatih Valencia CF) dan dua orang anaknya.

Identitas korban hilang berdasarkan data Basarnas adalah:

  1. Martin Carreras Fernando (Laki-laki)
  2. Martin Garcia Mateo (Laki-laki)
  3. Martinez Ortuno Enriquejavier (Laki-laki)

Kendala Cuaca di Akhir Tahun

Operasi pencarian ini menghadapi tantangan besar berupa cuaca ekstrem yang sering terjadi di perairan NTT menjelang pergantian tahun. Hujan lebat, angin kencang, dan jarak pandang bawah air yang terbatas (visibility rendah) menjadi hambatan utama bagi para penyelam.

“Arus bawah laut sangat kuat dan sering berubah arah. Hal ini sangat membatasi waktu kerja efektif penyelam di bawah laut,” tambah Fathur Rahman.

Meski demikian, pihak berwenang menegaskan bahwa operasi akan terus dilanjutkan selama kondisi memungkinkan, dengan koordinasi erat bersama Kedutaan Besar Spanyol di Jakarta.

Pemerintah daerah melalui KSOP Labuan Bajo juga telah mengeluarkan peringatan keras bagi kapal wisata lainnya untuk tidak memaksakan pelayaran ke area Pulau Padar selama cuaca belum stabil demi menghindari insiden serupa terulang kembali.

Dukungan Internasional

Kasus ini telah menjadi sorotan media di Spanyol, terutama komunitas olahraga Valencia. Pihak keluarga korban yang selamat saat ini masih berada di Labuan Bajo, didampingi oleh tim medis dan perwakilan diplomatik, menunggu kabar pasti mengenai keberadaan anggota keluarga mereka yang tersisa.

Operasi SAR direncanakan akan diperluas radiusnya pada hari berikutnya jika pencarian di titik awal tetap nihil. Pihak kepolisian juga terus mengumpulkan keterangan dari kru kapal yang selamat untuk mendalami penyebab teknis mati mesinnya kapal nahas tersebut.