Berita Kerabat – Pemerintah Kabupaten Ponorogo terus mematangkan langkah strategis dalam menyongsong masa depan daerah yang lebih cerah. Dalam sebuah forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang digelar baru-baru ini di Gedung Sasana Praja, Plt. Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita, S.H., atau yang akrab disapa Bunda Lisdyarita, memaparkan visi besar dan target capaian pembangunan untuk tahun 2027. Dengan mengusung tema besar “Pemerataan Pembangunan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat,” paparan ini menjadi komitmen nyata pemerintah dalam memastikan kesejahteraan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Fokus Pemerataan Dan Ekonomi Rakyat 2027
Bunda Lisdyarita menekankan bahwa penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 bukanlah sekadar urusan administratif. Ia menegaskan pentingnya pendekatan partisipatif, di mana suara masyarakat dari tingkat bawah menjadi pondasi utama. Menurutnya, keterbatasan anggaran fiskal yang dihadapi daerah tidak boleh menjadi penghalang untuk berinovasi. Sebaliknya, hal ini harus memicu pemerintah untuk lebih kreatif dalam merumuskan program-program prioritas yang tepat sasaran dan berdampak langsung pada kehidupan warga.
Tujuh Prioritas Utama Menuju Ponorogo Hebat
Dalam paparannya, Bunda Lisdyarita merinci tujuh rancangan prioritas yang akan menjadi tulang punggung pembangunan di tahun 2027. Ketujuh poin tersebut meliputi:
- Infrastruktur Wilayah: Melanjutkan perbaikan jalan dan jembatan untuk memperlancar konektivitas ekonomi antarwilayah.
- Penguatan Ekonomi Rakyat: Fokus pada pemberdayaan UMKM agar lebih kompetitif di pasar nasional maupun digital.
- Pariwisata dan Kebudayaan: Mengoptimalkan potensi seni Reog dan destinasi wisata lokal sebagai penggerak ekonomi.
- Sektor Pertanian: Transformasi sistem pertanian untuk meningkatkan nilai tukar petani (NTP).
- Pendidikan Berkualitas: Meningkatkan rata-rata lama sekolah demi mencetak generasi unggul.
- Kesehatan dan Penanganan Stunting: Melanjutkan tren positif penurunan angka stunting di Bumi Reog.
- Kesetaraan Gender dan Perlindungan Sosial: Memastikan pembangunan yang inklusif bagi perempuan dan kelompok rentan.
Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU)
Salah satu bagian paling impresif dalam paparan tersebut adalah penyampaian data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terus menunjukkan tren positif. Bunda Lisdyarita mengungkapkan bahwa IPM Ponorogo berhasil naik dari 73,70 pada tahun 2024 menjadi 74,65 pada tahun 2025. Keberhasilan ini juga dibarengi dengan penurunan angka kemiskinan yang signifikan. Dari angka 9,11% di tahun 2024, tingkat kemiskinan turun menjadi 8,86% pada tahun 2025, menjadikan Ponorogo sebagai salah satu daerah dengan tingkat kemiskinan terendah di wilayah eks-Keresidenan Madiun.
Menjawab Tantangan Infrastruktur dan Anggaran
Bunda Lisdyarita tidak menampik bahwa sektor infrastruktur masih menjadi perhatian utama dan sekaligus tantangan terbesar. Banyaknya usulan masyarakat terkait perbaikan jalan memerlukan alokasi dana yang tidak sedikit. Namun, dengan semangat gotong royong dan efisiensi birokrasi, ia optimis target pembangunan 2027 dapat tercapai. Ia mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menerapkan tiga prinsip utama: tepat waktu, tepat anggaran, dan tepat sasaran.
Penutup: Sinergi untuk Ponorogo Bermartabat
Menutup paparannya, Bunda Lisdyarita mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari akademisi, pelaku usaha, hingga tokoh masyarakat—untuk terus bersinergi. Pembangunan tahun 2027 diharapkan tidak hanya menjadi catatan di atas kertas, tetapi menjadi kenyataan yang mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat Ponorogo secara merata. Dengan kepemimpinan yang komunikatif dan inklusif, Bunda Lisdyarita optimis Ponorogo akan semakin “Hebat dan Bermartabat.”
